Wednesday, June 28, 2006

Marisa Haque dengan Badak Jawa

Apa hubungan antara Marisa Haque dengan Badak Jawa yang kian terancam punah? Pertanyaan ini terlintas dibenak para pengunjung Mall Karawaci, Tangerang, Banten. Keingin tahuan ini akhirnya terjawab saat acara diskusi interaktif "Ngobrol Santai dengan WWF dan Marissa Haque mengenai Pelestarian Badak Jawa” yang diikuti oleh sekitar 200 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh WWF-Indonesia bekerja sama dengan SuperMal Karawaci pada 16 April 2006 lalu.
Selain menjadi anggota DPR komisi IV yang membawahi bidang lingkungan, Marissa Haque juga merupakan selebritis dan produser film yang sangat peduli pada kelestarian Badak Jawa. Kepeduliannya diwujudkan dengan kesediaannya menjadi Duta bagi Badak Jawa, yang jumlahnya tinggal kira-kira 50-60 ekor.
Sebagai duta, Marissa juga ikut menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian Badak, bahkan ia terlibat langsung dalam pembuatan film dokumenter tentang badak jawa yang saat ini masih dikerjakannya. Marissa selalu mengaitkan berbagai isu sosial ekonomi dengan pelestarian badak, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. “Saya akan bantu untuk mencari pasar ekspor bagi patung-patung badak yang dibuat oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.
Diskusi santai di areal food court ini tidak hanya membicarakan Badak Jawa saja, tetapi juga berbagai aspek pelestarian terkait lainnya yang tidak boleh diabaikan untuk menjamin kelestariannya, mulai dari isu Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga isu pemberdayaan perempuan. Tim WWF-Ujungkulon dengan kompaknya berbagi cerita tentang berbagai upaya yang dilakukan untuk melestarikan Badak Jawa ditengah situasi pelanggaran batas hutan dan penebangan liar yang marak terjadi di sekitar TN Ujung Kulon.
Iwan 'Podol', peneliti WWF-Indonesia di Ujungkulon membahas keadaan hewan yang perburuannya sudah dihentikan sejak tahun 1990-an ini. Pengalaman sehari-hari dilapangan saat melaksanakan uapay pelestarian dan perlindungan badak jawa, mengalir lancar dari Pak Uus, anggota Rhino Patrol Unit dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara Bapak Warca, ketua Koperasi Kagum dan Pak Komar dari Wakil Masyarakat Ujung Kulon bercerita bagaimana kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembuatankerajinan, khusunya patung badak, wisata lingkungan, dan penyaluran credit union di sekitar Taman Nasional berdampak positif bagi upaya perlindungan lingkungan secara keseluruhan.
Kegiatan lain yang dilakukan adalah demonstrasi pembuatan patung badak, demo pembuata T'shirt badak, pameran foto hasil tangkapan camera traps, dan tentunya acara door prize. Sesi tanya jawab antara para nara sumber dengan peserta sangat dinamis, tampaknya selain pemandu acaranya memang piawai memancing minat peserta, tampaknya masyarakat mulai menyadari arti penting ikut berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Mudah-mudahan dimasa mendatang, bukan hanya Marisa Haque yang bersedia menjadi duta, tetapi muncul duta-duta lainnya dengan kegigihan dan keseriusan untuk melestarikan lingkungan.

3 Comments:

At 6:51 PM, Blogger Pelintir Media Pilkada ala Orde baru said...

Luar biasa! Go for the best ya Teh Icha....

 
At 9:54 PM, Blogger Ekonomi Syariah - Marissa Haque Fawzi said...

FYI saja untuk Ayah Ikang di Lamsel, Lampung

Hermawan Kartajaya On Differentiation

Harga Pas:Rp 25.000,- / Buah Minimum Order:1 buah Berat Kemasan:100 gr Toko:Bukupintar Kategori:Books - Books Diferensiasi telah dikenal sebagai tindakan merancang seperangkat perbedaan yang berarti dalam penawaran perusahaan. Lebih lanjut, saya mendefinisikan diferensiasi sebagai menyatukan konten, konteks, dan infrastruktur penawaran kita kepada para konsumen. Produk yang berbeda adalah taktik utama bagi perusahaan untuk mendukung positioning-nya. jika positioning tidak didukung oleh diferensiasi, perusahaan akan hanya mengumbar janji dan tak bisa memuaskan konsumen, yang pada gilirannya akan merusak brand dan reputasi perusahaan. Seri 9 Elemen Marketing:. Brand.. Differentiation.. Positioning.. Segmentation.. Targeting. Marketing Mix. Selling. Service. Process. Hermawan Kartajaya adalah pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta Presiden World Marketing Association (WMA). Buku-buku hasil karyanya, antara lain adalah Repositioning Asia: From Buble to Sustainable Economy (John Wiley & Son, 2000), Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (Prentice hall, 2002) - keduanya ditulis bersama Prof. Philip Kotler - Hermawan Kartajaya on Marketing (Gramedia Pustaka utama, 2003), dan Marketing in Venus (Gramedia Pustaka Utama, 2003). Pada 2003, Hermawan terpilih sebagai salah satu dari "50 guru who have shaped the future of marketing" oleh CIM-UK. Dua wakil yang terpilih dari Asia adalah beliau dan Keniichi Ohmac.

 
At 1:18 AM, Blogger Mirza Sharz said...

Assalamualaikum wrwb, ini teh betul blog nya ibu Marisha Haque? Wah.. salut deh.. tapi sayang kayaknya sudah lama nggak di up date ya?

 

Post a Comment

<< Home